Aturan Meresensi Buku ala John Updike

Karikatur John Updike, oleh David Levine.
Karikatur John Updike, oleh David Levine.

Jika anda gemar untuk membaca karya tulis entah itu karya sastra, novel populer, fiksi ilmiah maupun buku sejarah ada baiknya untuk melanjutkan kegemaran hingga pada meresensi karya tersebut.

Resensi adalah ulasan tentang suatu karya (karya tulis, buku). Meresensi berarti kegiatan mengulas isi karya tulis seseorang.

Manfaat resensi antara lain memperkenalkan karya tulis yang telah anda baca kepada orang lain yang belum membacanya. Hasil resensi bisa pula dikirimkan ke media-media cetak maupun daring, kemungkinan anda mendapat imbalan atas resensi tersebut.

Jika kaliber kepenulisan anda telah mumpuni, bisa jadi resensi yang anda bikin memberi masukan yang berarti bagi penulis karya yang anda ulas maupun bagi penulis lain. Namun yang terpenting, dengan meresensi karya tulis yang telah anda baca, akan terbuka kemungkinan kelak anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang materi yang anda baca.

Untuk memulai meresensi, ada baiknya untuk menyimak tips dari John Updike tentang aturan meresensi karya tulis berikut ini:

1/ Cobalah untuk memahami maksud yang ingin disampaikan oleh si penulis, jangan menyalahkan penulis karena tidak meraih sesuatu yang memang bukan menjadi tujuannya.

2/ Cantumkan kutipan yang proporsional, setidaknya satu paragraf dalam karya tersebut, sehingga pembaca resensi dapat membangun pendapat pribadinya sesuai selera.

3/ Kaitkan ulasan anda dengan setidaknya satu frasa dalam karya tersebut. Hal ini lebih baik ketimbang menjabarkan rangkuman yang tidak jelas.

4/ Jangan menceritakan seluruh isi karya dan tidak menyisakan kepenasaran bagi pembaca lain untuk tertarik membaca karya tersebut.

5/ Jika karya yang anda resensi dinilai buruk di mata anda, bandingkan dengan karya sejenis yang lebih baik, baik karya lain milik penulis maupun karya milik penulis lain. Cobalah pahami letak kegagalan penulis dalam menyampaikan pesannya. Yakinkan diri anda, apakah kesalahan ada pada penulis atau justru ada pada anda sebagai peresensi?

Bagaimana, tertarik untuk membuat resensi?[]


Artikel terkait: The Quivering Pen

Sumber gambar: en.wikipedia.org

Leave a Reply

Your email address will not be published.